Tag Archives: My Family

Dari 2 menjadi 5

Standar

Siapa sangka, aku yang menikah menjelang umur 30 tahun dan mengalami berbagai rintangan untuk menikah, akhirnya sekarang mempunyai anak 3.
Dari awal, suamiku ingin mempunyai 3 anak. Sementara, aku menginginkan 2 anak, mengingat usia kami yang tidak muda lagi. Aku cuma bilang ke suamiku, aku gak mau sudah jadi stw (setengah tua) tapi masih punya anak bayi. Tapi suamiku, punya pendapat lain, memang kalau diizinkan Allah punya anak 3, kenapa nolak, orang banyak yang susah payah untuk mendapatkan 1 anak.
Allah maha pengasih dan penyayang, kami diberi rizki anak 3 (dari berdua jadi berlima). Dari sisi pandang lain, boleh dikatakan, kami mendapat amanah dan cobaan untuk membesarkan 3 anak. Kalau kami lulus dalam mengemban amanah ini, berarti anak itu membawa kebaikan bagi dirinya, orang tua dan lingkungannya.
Hasil akhir itu, merupakan rahasia Allah. Kami sebagai orang tua yang menjalani prosesnya. Kami bisa berusaha sekuat tenaga membimbingnya dan mendoakannya. Perkara hasilnya, itu hak prerogatif Allah.

Kenyataannya, sama sekali tidak mudah membimbing anak. Tidak ada sekolah parenting, yang ada buku, majalah, informasi mengenai parenting. Disitu seninya sebagai orang tua. Aku belum pantas, berpendapat macam-macam, wong anakku masih berusia 14 tahun kebawah. Banyak yang sudah expert, sehingga anaknya menjadi anak shaleh dan mandiri, tentunya juga atas izin Allah. Yang ada, aku cuma bisa sharing sesama orang tua…..oh kalau kita ajak begini, pasti anak kita akan begitu. dan seterusnya.

Disini aku juga sekedar sharing, memang tidak mudah jadi orang tua, tapi itu sama sekali tidak menyurutkan niat baik untuk selalu mengemban amanah untuk berbuat semaksimal mungkin atas titipan dan berkah yang kita terima itu. Tidak ada kata putus asa, walaupun berbagai rintangan menghadang. Dengan usaha dan doa, Insya Allah tidak ada rintangan yang tidak bisa dilewati.

Hidup orang tua…….

 

Ditulis 28 September 2009 untuk http://triajita.blogspot.com

Iklan

Dikejar Liburan

Standar

Menjelang hari raya, suasana sudah seperti liburan. Anak sekolah tidak terlihat lagi, tema pembicaraan ‘mudik kemana’, ‘sudah persiapkan apa saja buat lebaran’….dsb..dsb. Bagaimana kalau yang bekerja, yaaa pekerjaan tidak mengenal hari libur, datang dan ada terus…malah semua tenggat menjadi maju, karena mengejar sebelum cuti bersama.

Alhasil, di rumah aku santai dengan anak-anak, di kantor aku dikejar-kejar. Tapi supaya aku tetap semangat bekerja, aku menyebutnya dikejar liburan bukan dikejar pekerjaan.

Jalan menuju rumahku adalah jalan yang sering dilalui orang jika ingin mudik melalui pantura ataupun cipularang. Jadi kebayangkan bagaimana ramainya jalan menuju rumahku. Kalau aku pulang dikala musim menjelang liburan ataupun mudik seperti ini, banyak sekali mobil yang lalu lalang membawa bawaan lebih diatapnya.  Aku cukup bersabar, mengikuti rombongan libur dan mudik ini.

Pagi ini, aku dan suamiku sudah libur…..ooo asiknya sementara bisa meninggalkan hiruk pikuk di kantor. Bagaimanapun juga kita perlu hidup seimbang antara membagi waktu untuk Pemilik kita (Allah SWT), keluarga, kantor, lingkungan sekitar dan lain-lain.

Selamat menikmati liburan…………