Category Archives: Jalan-jalan

Jalan-jalan ke Trowulan, Suramadu dan MonKaSel

Standar

Keinginan lama kami, membawa anak-anak keliling pulau Jawa. Salah satu tujuan kami adalah Jawa Timur dan menginap di kota Surabaya.
Akhirnya dalam waktu yang terbatas, kami sempat mengunjungi :
– Trowulan Mojokerto -> melihat musim dan candi peninggalan majapahit
– Monumen Kapal Selam (MonKaSel)  -> melihat isi kapal selam
– Jembatan Suramadu -> melihat jembatan antar pulau
– Jalan Genteng -> beli oleh-oleh

Komentar anak-anak dan suamiku :
– Sayang peninggalan Majapahit belum dirawat secara maksimal
– Bisa saja situs peninggalan Majapahit tidak teridentifikasi dan rusak, karena letaknya di daerah sekitar perumahan penduduk
– Bahan candinya seperti dari batu bata, pasti susah memeliharanya karena gak sekuat batu
– Kapal selam itu sempit tapi lengkap
– Seru, bisa lihat tempat torpedo dalam kapal selam
– Mau lagi, lihat kapal selam yang lain..
– Anginnya sangat kencang di jembatan Suramadu
– Coba ada jembatan yang serupa untuk menghubungkan pulau Jawa dan Sumatra, pulau Jawa dan Bali.
– Pingin jembatan yang lebih panjang
– Bunda kalap kalau belanja oleh-oleh
– Bau bandeng asepnya menggoda sekali

Ini beberapa fotonya.

Iklan

Negara Tetangga

Standar

Entah bagaimana aku jadi sering berkunjung ke negara tetangga Singapura. Kalau boleh memilih, aku lebih senang diminta ke negara lain atau daerah lain di Indonesia daripada berulang-ulang mengunjungi negeri tersebut. Ada saja kondisi yang mengharuskan aku pergi mulai dari training, seminar, konferensi, mengantar teman, menengok orang, pertemuan, mewakili teman di acara.

Berpuluh tahun yang lalu, pertama kali pergi ke Singapura, aku sangat excited. Kemudian pergi kembali dengan gaji sendiri, tanpa orangtua ikut, baru ada `MRT`, aku excited juga, senang berputar-putar  dengan MRT walaupun jalur masih terbatas dibanding sekarang. Setelah itu, aku merasa sudah cukup berkunjung kesana dengan alasan yang sangat personal. Bagi aku yang sangat suka pemadangan alam yang alami, kebudayaan yang asli, Singapura bukan tempat yang pas untuk itu. Pemandangan alam di negara kita sendiri sangat jauh mempesona dan memikat, asli pula tidak dibuat  dan juga banyaaaaak. Kebudayaan Indonesia, juara deh keragaman dan keindahannya.

Aku paham teman-teman yang sangat senang berkunjung ke negara tersebut, surga bagi para shoppers,  penggemar clubbing, penggemar pertunjukan musik, penggemar F1, service premium untuk berobat. Aku juga kagum dengan kebersihan, keteraturan transpotasi, kedisiplinan waktu, hiburan dengan teknologi tinggi disana dan konsep mereka untuk menjadikan kota didalam taman. Namun kekagumanku itu tidak mendorong aku untuk terus menerus berkunjung, cukup seperlunya saja.

Walaupun tidak berminat berkunjung lagi, ternyata tetap saja aku berkunjung antara lain untuk menemani anakku ke Universal Studio. Namanya anak (pastinya anakku), sangat menggemari aneka ‘theme park’, kalau perlu berulang-ulang kesana. Sekalian saja aku ajak berkunjung ke Science Centre yang lebih bagus dibanding Musium Iptek di TMII dan di sebelahnya ada Snow World (tidak ada sejenis ini di Indonesia). Aku juga mengajak anakku ke kebun binatang, taman burung, sea/underwater world. Menurut anakku untuk ketiga tempat tersebut, Singapura masih kalah dibanding yang di negara kita. Sudah sepatutnya kalau Indonesia lebih bagus untuk koleksi yang berkaitan dengan alam karena negara kita memang mempunyai keanegaraman hayati yang sangat banyak.

Yaaa begitulah kesanku tentang negara tetangga, memang banyak yang bisa dikagumi tapi negara sendiri jauh lebih mengagumkan…… Viva Indonesia…..

Disini aku sertakan gambar-gambar selama aku berada disana…

Bromo Pananjakan

Gambar

 

Kalau ada kesempatan mengijinkan, kami ingin sekali lagi berjalan-jalan ke Bromo. Saat kami pergi kesana, rasanya terlalu cepat, karena kami sampai di penginapan dekat puncak Bromo jam 11 malam. Besok subuh jam 3.30, kami sudah standby dijemput mobil untuk melihat matahari terbit. Siangnya jam 12.00, kami check out dari hotel. Cuma sekejap, kami sudah harus berangkat lagi.
Lain waktu, kami akan lebih santai melihat-lihat Bromo dengan pemandangannya yang sangat indah itu.

Tempat Favorit Anak

Standar

Kalau anak bungsuku (Arin) ditanya mengenai tempat bermain favoritnya, jawabannya jelas Kidzania. Untuk teman-teman seputar kota Jakarta, tentu sudah tahu mengenai Kidzania. Ini tempat bermain satu-satunya di Jakarta dimana anak-anak bisa bermain peran. Mereka bisa berperan sebagai profesional, pegawai, orang dewasa dan lain-lain. Mereka bisa mendapatkan penghasilan atas pekerjaaannya ataupun bisa juga mengeluarkan uang untuk mendapatkan  sesuatu (barang ataupun jasa).

Dengan bermain disini, anak-anak menjadi mengerti profesi-profesi yang ada. Ini menjadikan inspirasi mereka dalam mengukir cita-citanya.

Peran favorit Arin, menjadi :
– Polisi
– Pemadam Kebakaran
– Juru Masak Pizza
– Detektif
– Tukang Sulap
– Penjaga Toko

Foto-fotonya bisa dilihat disini :