Sumpah Serapah Sampah

Salah satu kegiatan rutinku adalah berjalan kaki. Aku sangat menikmati kegiatan ini selain untuk menjadi sehat karena bergerak dan kena sinar matahari, aku juga bisa melihat-lihat lingkungan sekitar. Aku pernah juga berjalan di treadmill, namun karena pemandangan yang dilihat hanya sekitar tempat fitness, aku lumayan bosan. Jadi aku lebih memilih berjalan kaki di luar (outdoor).

Aku biasanya berjalan kaki di kompleks perumahan tempat aku tinggal atau ke perkampungan sekitar. Pengalaman lucu selama aku berjalan kaki, aku menemukan beberapa spanduk atau papan pengumuman yang isinya bukan tawaran iklan ataupun informasi acara namun sesuatu yang aneh dan lucu yaitu berisi sumpah serapah.

Rupanya masih saja terjadi, orang membuang sampah bukan ke tempat pembuangan sampah tapi ke tanah kosong yang pemiliknya tidak terlihat. Tentunya hal ini mengesalkan orang yang tinggal di sekitar tanah kosong tersebut atau bisa juga pemilik tanah itu sendiri yang marah, karena lingkungan sekitar menjadi berbau sampah dan terlihat kumuh.

Isi spanduk tersebut kadang menggelikan walaupun tujuannya untuk mengancam / menyumpahi orang yang membuang sampah disitu. Aku kurang yakin apakah spanduk sumpah serapah tersebut berhasil menyurutkan niat orang membuang sampah disitu. Aku belum pernah mencari tau juga. Untuk menempatkan orang sebagai penjaga di lokasi sepertinya juga tidak mudah. Kalau yang mengawasi hanya bekerja sesuai jam kerja ya wassalam. Nanti pembuang sampah akan membuang sampah di kala penjaga sudah pulang. Mau dipasang CCTV sepertinya juga berlebihan, tapi solusi yang masuk akal juga. Walaupun bila terlihat siapa yang membuang sampah, belum tentu mudah juga untuk menangkapnya kalau orangnya tidak dikenal. Solusi paling pas, tanah tersebut diberi pagar/tembok tinggi, sehingga tidak bisa dijadikan tempat pembuangan sampah. Solusi bagus tapi agak mahal. Akhirnya pasang spanduk sumpah serapah saja…. yang penting usaha.

Teman- teman bisa melihat di foto-foto yang aku posting. Kata-kata sumpah serapahnya kadang mengejutkan.

2 pemikiran pada “Sumpah Serapah Sampah

  1. Hahaha…. apapun pesan yang disampaikan dalam spanduk, tetap aja orang buang sampah sembarangan, karena yang buang sampah gak sempat baca, kalaupun sempat baca paling-paling berpikir bodo amat, Tetapi memang menyebalkan yaa… orang-orang itu membawa sampahnya dari rumah lalu bluuuussh dia lempar ke tempat sampah versi dia (meskipun berspanduk, atau meskipun itu tanah orang)… mungkin pikirnya, asal halaman dan rumah dia bersih dari sampah… ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    1. Bener mba… gak pengaruh segala tulisan peringatan. Kesel liatnya…. nyampah sembarangan. Pernah baca berita, ada yg diperiksa penegak hukum krn diviralkan videonya pas buang sampah di kalimalang. Repot kl hrs viral dulu, baru didenda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s