Yuuk ke Pangandaran

Green Canyon
Pantai dan gunung adalah tempat favorit keluargaku dalam berlibur. Sejak lama aku dan keluarga ingin sekali bertualang ke Pangandaran. Selain melihat-lihat, kami juga ada rencana mampir ke kampung asisten rumah tanggaku  yang berasal dari sana, yang sudah berhenti bekerja. Lokasinya yang lumayan jauh dari Jakarta dan keinginan kami berkendara sendiri, membuat kami perlu menyusun rencana perjalanan dan kegiatan selama kami disana.
Akhirnya selesailah perencanaan liburan kami. Aku memesan penginapan dan juga biro perjalanan disana untuk menyediakan kendaraan dan supir yang mengantarkan kami selama disana.
Perjalanan kami lebih kurang  340km, dari rumah (perbatasan Bekasi Jakarta) menuju Pangandaran. Perkiraan waktu kurang lebih 8-10 jam, tidak pakai transit menginap. Beberapa teman menyarankan, menginap dulu di Bandung. Keesokan harinya berangkat dari Bandung, untuk menghemat tenaga dan tidak kemalaman sampai di Pangandaran. Kami berniat langsung saja ke tujuan karena waktu cuti yang terbatas.
Pada dasarnya aku dan suami sangat menikmati perjalanan dengan naik mobil. Selama perjalanan bisa melihat pemandangan dan berhenti jika diperlukan. Biasanya kami berhenti, jika melihat pemandangan indah atau untuk memenuhi kebutuhan manusiawi (makan, buang air, dll). Ketiga anakku tidak ada yang benar-benar penikmat perjalanan seperti orang tuanya. Kadang-kadang mereka bosan dan berulang-ulang menanyakan berapa lama lagi sampainya. Beda ya…. aku sejak kecil memang senang jalan, tidak pernah bosan.
Pangandaran terletak di Selatan pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Tengah. Letaknya yang di tanjung, membuat kita bisa melihat matahari terbit maupun matahari terbenam dari pantai Pangandaran… keren kan. Tokoh Pangandaran yang terkenal Ibu Susi Pudjiastuti, pengusaha asli orang Pangandaran dan pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.  Bu Susi juga merintis penerbangan ke Pangandaran melalui penerbangan miliknya yaitu Susi Air. Yang mau cepat ke Pangandaran, silahkan siapkan budget lebih untuk naik pesawat Susi Air (ya pastinya ongkos pesawat lebih mahal daripada ongkos kendaraan darat).
Aku menginap di sebuah hotel yang nyaman di pantai Timur. Banyak sekali pilihan penginapan maupun tempat makan, jadi cukup mudah berwisata kesana. Karena aku hanya berlibur 2 malam dan kami ingin santai menikmati pantai jadi tidak banyak destinasi yang kami kunjungi.
Tempat wisata yang kami kunjungi :
  • Green Canyon (Cukang Taneuh)
  • Pantai Batu Karas
  • Pantai Batu Hiu
  • Pantai Timur
  • Pantai Barat
  • Pantai Pasir Putih, Cagar Alam Pananjung
Green Canyon (Cukang Taneuh)
Ini destinasi yang indah dan seru, menurut anak-anakku. Kami naik perahu menyusuri sungai Cijulang yang warna airnya hijau toska (hijau kebiruan) dari dermaga Ciseureuh. Di kiri kanan sungai, kami melihat pepohonan dan tebing yang terbentuk sejak jutaan tahun karena erosi air sungai. Kami juga dibawa masuk ke dalam gua dengan staklatit dan staklamit. Suamiku beserta anakku Hani dan Ario, berenang di dalam gua dan bermain di air terjun Palatar.
Sementara aku dan Arin si bungsu tidak ikut berenang dan menunggu di perahu di luar gua, karena Arin kurang enak badan. Anak-anak sangat menikmati berenang dan main air di dalam gua.
Setelah puas di Green Canyon, kami menuju Pantai Batu Karas.
Pantai Batu Karas
Lokasi pantai Batu Karas tidak terlalu jauh dari Green Canyon. Pantai ini cukup landai dan banyak orang yang berenang di pantai. Pasir pantai lumayan halus dan berwarna gelap. Kami hanya bermain-main ombak di pinggir pantai dan naik ke tebing untuk melihat-lihat pemandangan laut dari atas. Selanjutnya kami ke pantai Batu Hiu.
Pantai Batu Hiu
Di pantai ini, kami melihat ombak dan pemandangan laut dan bebatuan di pinggir pantai yang katanya berbentuk menyerupai ikan hiu. Kita dilarang berenang di pantai yang menghadap Samudra Hindia ini karena ombak dan arus yang cukup kuat.
Pantai Timur
Karena hotel kami berlokasi di pantai Timur, jadi kami niatkan berjalan-jalan di pantai pada pagi hari sekalian melihat matahari terbit. Dua kali pagi hari yang kami jalani disana, kami tidak berhasil melihat matahari terbit karena langit mendung tertutup awan. Tau-tau mataharinya sudah diatas saja, padahal ingin melihat matahari ketika muncul di horison sampai naik. Kami tidak terlalu berharap juga, karena saat itu bulan Desember sudah masuk musim hujan. Di pantai Timur, banyak kegiatan-kegiatan yang ditawarkan seperti naik banana boat, naik kapal dengan dasar kaca dan bisa melihat ikan-ikan dan karang. Saat itu kami lebih senang melihat-lihat kegiatan nelayan membawa ikan di jaring ke pantai.
Pantai Barat
Kami ke pantai Barat di siang hari menjelang sore, supaya sorenya bisa melihat matahari terbenam. Kami naik perahu untuk melihat karang-karang yang berbentuk unik, melihat orang memancing lobster di karang di tengah laut dan berlayar ke pantai Putih. Hani dan Ario sudah berniat snorkling di pantai Pasir Putih dan aku ingin melihat cagar alam Pananjung.
Waktu kami naik perahu, kami tidak menduga ombaknya ternyata cukup besar dan tinggi. Kami terombang-ambing lumayan tinggi, sementara anakku mulai pucat ketakutan melihat ombak, pak pemilik kapal tetap santai menjelaskan bentuk-bentuk karang di pantai yang nampak dari kejauhan. Si bapak setiap hari melalui ombak seperti itu, jadi tenang-tenang saja.
Dua kali ke pantai Barat dalam 2 hari, alhamdulillah aku bisa melihat matahari terbenam yang bulat merah terang pelan-pelan turun ke bawah horison. Banyak orang yang menunggu saat-saat matahari terbenam ini. Cantik sekali pemandangannya.
Pantai Pasir Putih dan Cagar Alam Pananjung
Anak-anakku snorkling di pantai Pasir Putih. Menurut anak-anakku pemandangan bawah airnya (ikan, karang, dll) bagus. Namun karena sudah agak sore, arus bawah laut cukup kuat jadi harus lebih hati-hati.
Aku tidak ikut snorkling dan sambil menunggu anak-anak, aku melihat-lihat cagar alam Panajung. Cagar Alam penuh dengan pepohonan dan banyak kera-kera yang bermain-main di pohon. Ternyata di dekat pantai tersebut juga ada gua Jepang (yang dibuat oleh tentara Jepang dalam masa perang). Gua tersebut sudah tertimbun, jadi tidak terlihat jelas.
Kami senang bisa menikmati Pangandaran walaupun hanya 2 hari. Terbayarlah perjalanan jauh kami dengan melihat pemandangan indah. Indonesia memang berlimpah dengan pantai dan pemandangan cantik. Untuk yang suka kulineran, disana juga banyak makanan enak dari hasil laut yang segar. Karena aku bukan pemerhati kuliner, aku tidak punya banyak info cuma ingat rasa enaknya saja.
Dalam perjalanan pulang, kami sempatkan bertemu dengan mantan asisten rumah tangga sesuai rencana kami. Namun kami tidak jadi ke kampungnya karena jalan menuju kesana rusak dan memakan waktu lama, padahal perjalanan kami menuju Jakarta masih amat sangat panjang. Jadi kami bertemu di jalan dan cukuplah menghilangkan rasa rindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s