I Feel Blue

Standar

Aku merasa kecil hati karena dikritik suami. Memang berat menerima kritik apalagi harus mengakui kita salah, rasanya tidak menerima disalahkan. Harusnya dia melihat sisi pandangku, tapi apakah aku sudah melakukan hal yang sama, melihat dari sisi pandangnya. Oh susahnya untuk berpikir jernih, kalau hati dibalut emosi negatif. Kadang aku lupa mempraktekkan hadist Rasul, kalau kau marah cobalah untuk merubah posisi dari berdiri jadi duduk, dari duduk jadi berbaring atau berwudu atau sholat 2 rakaat.

Pagi-pagi, berangkat kerja dengan perasaan sendu, merasa kurang dihargai. Aku berangkat kerja sambil mengantarkan anak sulungku sekolah. Ya Allah, ternyata muka anakkupun muram, seperti tidak bergairah untuk berangkat sekolah. Ada apa ini…… apakah perasaanku mengkontaminasi anakku, sehingga dia merasa muram juga.

Aku tersadar, bahwa aku pemimpin anakku. Aku seharusnya memberi contoh yang baik, aku seharusnya memberi arahan yang baik kepada anak-anakku. Ini tanggung jawabku sebagai orang tua. Bukan berarti aku harus jaim, karena aku juga manusia biasa, yang hatinya sering terbolak balik.

Alhasil, pagi itu di mobil, aku bicara hati ke hati dengan anakku. Aku mulai curhat duluan, menceritakan kepada anakku bahwa aku sedih dikritik ayahnya semalam. Aku masih tidak rela, mengakui salah, aku ingin mengelak dan berteriak bahwa aku tidak salah. Setelah melewati beberapa waktu (aku sempat sholat isya, tahajud, subuh), sebenarnya perasaanku sudah lebih ringan, walaupun belum plong………..oh ini lagi kelemahanku……kebanyakan mikir…… Nah disini, aku melakukan peranku sebagai orang tua dan salah satu pemimpin keluarga, aku harus mengurangi rasa ‘blue’ itu, mari berubah menjadi kuning atau oranye……agar dunia cerah……..

Bagaimana mau memberi semangat anak, bila aku sendiripun kurang bersemangat……

Setelah mendengar bundanya curhat bla bla bla, mulailah sulungku yang curhat, cerita klasik remaja, sekolah baru, teman baru dan merasa menjadi ‘outsider’, karena semua teman sudah ‘ngegank’….

Treeeeng…….babak baru hidupku, menghadapi anak remaja……..cepat sekali waktu berlalu, perlu cari referensi sebanyak-banyaknya untuk menghadapi sulungku yang baru masuk SMA…..

Ya Allah, permudahlah aku dalam mencari ilmu, agar dapat membimbing aku dan keluargaku, mencari dan mendapatkan  ridhomu……….

Diambil dari blogku triajita multiply, ditulis tanggal 30 April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s